Jangan Sekali-kali Sakiti Hati Istrimu Wahai Para Suami, Jika Tidak Ingin Rezeki HALALmu Akan Susah!

Suatu pernikahan yang hakiki adalah tidak saling menyakiti baik Istri maupun suami termasuk tidak menjaga perasaan diantara keduanya. Berikut ini sebuah ceritera hikmah jika anda menyakiti istri Anda, semoga yang sering menyakiti istrinya untuk berbalik arah kebelakang untuk mengasihi dan menyayangi istri tercintanya. 
Aamiin...  

Lanjut saja ke ceritanya,
Hari itu sy terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu sy agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit sy. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung. Di tempat itu sy berkenalan dengan seorang yg sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia. Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tdk memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dgn baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan. 

"Itulah misteri rejeki mas", kata orang itu pada saya Saat sy tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pd selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. 



Gambar Ilustrasi STOP JANGAN DITIRU

Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dgn wajah serius. Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yg akan kita terima akan ditambah oleh Allah. "Itu janji Allah, bukan main-main mas", kata orang itu.


Janji Allah tentang umatnya yg mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai khotbah atau ceramah agama. Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yg lupa mensyukuri nikmat tersebut.

Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang. 
Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, dan juga melahirkan dengan taruhan nyawa , belum lagi urusan dapur dan rumah yang harus dirapihkan.

Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yg sy kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yg dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak. Sebaliknya jk saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi sy baru sadar dan merasakan sendiri saat sy sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut. Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga.

Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi kita semua.
Alhamdulillah...

Mungkin itulah salah satu motivasi buat semuanya agar pasangan kita selalu memberikan 
kesabaran dan kasih sayang sehingga tidak ada kekerasan baik batin maupun fisik yang 
menjadikan hidup menjadi sengsara dan merana. Karena motto hidup adalah berbahagia maka jangan pernah saling menyakiti. Semoga kita semua terhindar dari hal yang merusak rumah tangga kita amien...

Share di Facebook atau Twitter kepada semua orang-orang agar tau tentang hal tersebut, 
ingat berbagi kebaikan adalah pahala. Insya Allah.  


Sumber Terpercaya : Ustad Umroh Hadi Muhammad